Pada suatu hari aku dan kawan-kawan sekantor baru saja pulang dari mengunjungi/ menjenguk seorang teman yang sakit di luar kota. Di perjalanan pulang, kami serombongan mampir di warung di kota Babat, untuk makan malam. Kami satu persatu memesan menu makanan kesukaan masing-masing. Temanku yang pertama memesan nasi dan burung dara goreng. Aku urutan kedua, agak bingung, mau pesan seperti temanku yang pertama, tetapi khawatir bayarnya nanti mahal. Terus aku pesan nasi dan pecel lele. Ini yang tidak mahal barang kali, pikirku.
Teman ketiga masuk. Dia memesan nasi dan burung dara goreng. Teman keempat, juga memasan nasi dan burung dara goreng. Sementara sipenjual perempuan dari tadi masih sibuk menyiapkan minum untuk kami, yang kebetulan sama yaitu es teh. Si penjual yang pria membuatkan makanan yang kami pesan satu persatu.
Teman kelima, keenam, sampai kesepuluh masuk dan semuanya memesan nasi dan burung dara goreng. "Wah, aku sendirian yang pesan nasi dan pecel lele. Rugi, kalau begini, sama-sama dibayari oleh bos", kata hatiku. Aku mulai bimbang dengan pesananku, diteruskan, atau ganti mengikuti teman-teman yang lain.
Melihat lele pesananku baru digepuk, aku yang dari tadi masih bimbang, memberanikan diri bilang kepada si penjual. "Mas, saya tidak jadi pesan lele ! Ganti burung dara saja...!". Si penjualnya menjawab:" Ini lelenya sudah mati, bagaimana, koq tidak jadi dipesan?". "Lah, terserah mas saja, pokoknya aku ganti burung dara", jawabku sekenanya.
Belum hilang rasa maluku, ada temanku yang nyeletuk: "Sim salabim, lele digepuk, jadi burung dara...ha...ha..ha...". Teman-teman serombongan tertawa semuanya. Aku jadi tambah malu lagi. Mungkin mukaku memerah. Tetapi untungnya karena suasana malam hari, jadi tidak tampak.
Di hari lain, di tahun yang lain juga, kebetulan kami sedang berkumpul dan ngobrol-ngorol di kantor, ada teman yang nyeletuk lagi: "Lele digepuk, jadi burung dara....!". Teman yang belum tahu kejadiannya penasaran dan bertanya,: " Bagaimana ceritanya, koq bisa begitu?". Seorang teman menceritakan kejadian tersebut di atas. Langsung, gerrrrr....serentak teman-teman tertawa. Malu sekali aku. Makanya sampai sekarang ini aku tidak bisa melupakan kejadian di warung itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar